Kisah Cinta Julian dan Jesicca

Ditulis oleh Unknown, 09 Agustus 2022

Pertemuan pertama dimana percakapan itu dimulai,dua insan seorang saling bertemu dan saling sapa. Hal dimana masalah hati dan pikiran yang saling beradu argument. Mereka ingin didengar,ingin diperhatikan tetapi tubuh ini menolak untuk melakukannya. Dia adalah sosok laki-laki yang berparas tinggi,memiliki badan yang ideal yang disukai para kamu wanita,dan memiliki kecerdasan yang membuat seseorang takjub kepadanya. Tidak lain lagi ia bernama Julian Enrico. Hari dimana seluruh bumi dan isinya berhenti seketika saat ia menyapa diriku. Bagaimana tidak sosok laki-laki itu membuat diriku membeku seketika,akankah cinta yang sesungguhnya itu datang atau hanya singgah sementara seperti tempat pelabuhan dimana semua kapal bersandar,lalu disaat didalamnya telah terisi penuh ia akan meninggalkan dermaga tersebut untuk pergi berlabuh dengan orang yang ada didalamnya.

Pagi hari yang sangat cerah,cahaya matahari memasuki ruang makan dari celah kecil yang berada di dinding ruang makan tersebut. Terdengan suara yang lumayan ribut dengan canda tawa yang mereka lakukan. Rumah yang bernuansa clasicc itu membuat keluarga mereka menjadi hangat dan penuh kasih sayag dari orang tua mereka.

Papi:"Ayo cepat sarapannya, kalian tidak mau telat kan pergi ke sekolah."

Vines:"Iya papi ini sebentar lagi vines selesai sarapannya,nggk kayak kakak lama sarapannya!"(ucap vines sambil memasang muka mengeluarkan lidah)

Julian:"Ehh bocil diem yah,yaudah sana pergi nggk peduli gue!"

Vines:"Mami liat kakak judes banget hari ini,muka udah dingin ditambah judes lagi. Nggak ada yang suka mungkin sama perilaku kakak."

Seketika mata julian mengecil seakan menandakan dirinya sedang tidak baik-baik saja saat itu dan menahan emosi akibat adiknya yang sangat menyebalkan tersebut.

Mami:"masih pagi mau ribut aja,itu liat papi udah ada di dalam mobil nunggu kamu vin."

Vines:"Yaudah vines pergi dulu ya mami,assalamualaikum mamii!"

Selang 5 menit kemudia julian bergegas membereskan sarapannya lalu berangkat menuju mobil. Selama di perjalanan julian hanya mendengarkan lagu kesukaannya yaitu "Kereta Kencan". Sesampainya ia di universitas,ia bergegas turun dari mobil lalu berajalan menuju kelas karna pagi ini ia ada kelas kimia. Ya benar,ia memilih jurusan Teknik kimia dengan wawasan yang ia punya,ia bisa menguasai materi yang disampaikan dosen pada saat itu. Julian adalah keturunan papinya,dia berusaha mempelajari buku-buku papinya dahulu. Papi julian juga alumni teknik kimia yang sangat cerdas,maka dari itu kecerdasan itu turun kepada julian.

Julian yang dulunya mengikuti olimpiade dan memenangkan kejuaran tersebut menambah yakin bahwa skill ia punya yaitu pelajaran kimia tersebut. Tak sia-sia apa yang ia perjuangkan untuk memasukin universitas impiannya dan mendapatkan jurusan yang ia inginkan selama ini. Julian masuk ke universitas tersebut dengan jalur undangan atau jalur tanpa tes,dimana semua orang bersaing secara ketat untuk masuk ketempat universitas dan jurusan yang mereka inginkan.

30 menit berlalu,kelas yang julian masuk telah usai dan bel istirahat pun berbunyi. Mahasiswa keluar berhamburan kesana kemari ada banyak hal yang mereka lakukan termasuk julian yang sembari dari tadi mengecek HP-nya entah apa yang dari tadi membuat dia selalu mengecek HP tersebut. Saat julian menerima pesan dia bergegas ke lapangan basket yang ada di belakang gedung universitas itu. Ternyata dia ada tanding dengan kakak kelasnya.

Julian:"Maaf kak terlambat,tadi ada tugas sebentar."(seru julian sambil memasang muka yang rada ngeselin)

William:"Hmm,buruan ini bocah tengil banget."

Julian yang mendengar perkataan kakak kelasnya merasa kesal mengakibatkan emosinya meluap pada saat pertandingan dimulai. Banyak orang yang menonton pertandingan mereka,termasuk dua orang cewe yang selalu mengintai julian dari kejauhan. Ternyata selama ini julian seorang laki-laki yang teramat dingin seperti di kutub utara,ada yang mengintainya secara diam-diam. Mereka duduk di pojokan sambil menatap julian dengan sinis,tetapi tiba-tiba ada bola basket yang terbang kearah dua cewe tersebut dan terjadilah sesuatu.

Jesicca:"Awww...!"(teriak jesicca sambil memegang kepalanya,tak lama dia pun pingsan)

Rachel:"Jes,waduh pingsan. Tolongin dong jangan diliatin..!!"

Tiba-tiba julian berlari kearah dua orang itu dan langsung melihat jesicca yang udah pingsan. Tiba-tiba dia dengan spontan menggendong jesicca dan membawanya ke-UKS,lalu menunggunya sampai tersadar. Rachel yang khawatir dengan kondisi jesicca pun seluruh badannya keringat dingin. Selang 10 menit,jesicca tersadar dan memegangi kepalanya.

Jesicca:"Hel ini dimana..?"

Rachel:"Inii lagi di-UKS jes,tadi loh pingsan trus pingsan jadi di angkat sama julian."

Jesicca:"Aa..apa! Julian gendong gue?"

Julian:"Khmm...kalau iya kenapa?"

Seketika jantung jesicca  berdebar kenjang sekali 2x lebih kenjang dari biasanya,saat ia mendengar bahwa seorang julian yang dingin menggendong wanita dan menunggunya sampai wanita tersebut bangun dari pingsan itu sungguh mustahil!!.” Mana mungkin kulkas berjalan itu seperti itu” (gumam jesicca),lalu ia tersadar dari lamunan tersebut.

Julian:” Udah sadar kan?”

Jesicca:”Ohh...iya udah kenapa?”

Julian:”Nih minum sama makanannya, jangan lupa diminum sama dimakan biar cepet sembuh,gue mau cabut lagi. Sekali lagi gue minta maaf,kalau ada apa-apa bilang aja ke gue.” (jelas julian dengan nada datar dan muka yang dingin sambil berlalu dari ruang UKS)

Saat itu jesicca mulai percaya bahwa julian tidak seburuk yang dipikirkannya selama ini,dia sosok laki-laki yang bertanggung jawab hanya saja dia jarang berbicara sehingga membuat dia terasa dingin dengan orang sekitarnya. Tidak selesai sampai disitu,sahabat jesicca yang bernama rachel pun kaget akan sikap yang ia tunjukkan  tadi dan terjadilah sedikit keributan antara jesicca dan rachel.

Rachel:”Kyaaaa...ya ampun bisa juga yahh pangeran dingin itu memberikan perhatian sebegitunya terhadap incess jesicca. Jadi mau deh kena bola basket tapi harus ayang julian yang gendong...hahaha.” (ketawa rachel sampai membuat jesicca merasa geli melihatnya)

Jesicca:”Udah yah princess rachel,jangan kebanyakan mimpi gak bagus nanti jatuh loh dipukul sama kenyataan...upsss.” (sambil menutup mulutnya,jesicca menahan tawa)

Pada akhirnya rachel kesal melihat respon dari sahabatnya tersebut yang sama sekali tidak mendukung khayalan dia. 5 menit berlalu bel pelajaran selanjutnya dimulai,akan tetapi sosok julian melintas didepan mereka seketika dua orang wanita itu berdiam diri dan membeku dikarenakan mereka satu kelas dalam mata kuliah kali ini. Jujur ini membuat rachel dan jesicca sangat kaget dan tentu saja mereka tak menyangka aka bertemu di dalam kelas apalagi satu mata kuliah.

Rachel:”Jess...kita lagi gak mimpikan bisa satu kelas sama nih anak?”

Jesicca:”Hmm,keajaiban dimulai sepertinya alam memihak hati ini hel.”

Suasan kelas menjadi berubah,seketika hening dan fokus dalam penjelasan dosen tentang materi hari ini. Tiba-tiba ada suara yang tak asing terdengar,dia menjawab pertanyaan dosen tersebut yang sama sekali siswa lain tidak tau apa jawabannya. Keajaiban ternyata dia sungguh memiliki kemampuann lain selain jago basket.

25 menit berlalu,bel pulang pun berbunyi semua siswa berhamburan kesana kemari untuk pulang kerumah masing-masing,ada yang masih duduk di tangga,ada juga yang nongki cantik di kantin.

Seiring berjalan waktu,hari,bulan,dan tahun sosok julian ini ada perubahan,yang awalnya dingin sedingin kulkas berubah menjadi hangat. Sering terlihat dia tersenyum dan menyapa siswa lain. Apa ini ada sangkut pautnya sama jesicca?

Pada akhirnya setelah 8 semester yang mereka lewati bersama,banyak sekali masalahnya. Iya benar julian ddan jesicca mereka pacaran,julian menyatakan cintanya saat semester 2 di sore hari mereka berjalan berdua ke taman dekat perumahan mereka. Disana julian yang membuka obrolan dengan menanyakan hal konyol yang membuat jesicca tertawa,mau tau apa yang ditanyakan oleh julian?

Julian:”Kira-kira nanti jalanan kekomplek perumahan kamu macet gak? Kalau macet kita taruhan kamu jadi pacar aku kalaupun nggak macet kamu tetep jadi pacar aku!”

Jesicca:”Hah? Apa? Kok gitu yah,emang bisa?”

Julian:”Bisa lah apa yang gabisa buat dapetin jesicca...”

Seketika hening dan saat perjalanan pulang, tiba-tiba nggak macet sama sekali jalanan komplek itu. Yang biasanya macet parah apalagi sore jam orang pulang kerja. Sesampainya di depan pagar rumah jesicca,juliian berbicara kepada jesicca “DETIK INI KITA PACARAN” dan dia langsung cabut begitu aja tanpa basa-basi lagi.

Jadi itu proses mereka berdua pertama kali pacaran dan  proses julian mengungkapkan perasaannya kepada jesicca,cukup absurd tapi asik sih. Lanjut,setelah banyak permasalahan yag dilewati akhirnya mereka selalu bersama sampai mereka berdua wisuda dan saling berkomitmen satu sama lain untuk fokus sama-sama sama masa depan dan saat mereka rasa sudah cukup waktunya mereka berdua akan membawa kejenjang yang lebih serius lagi.

 

 

Komentar (0)
Belum ada komentar
Masukan Komentar Anda :
Senja Bersama Ayah
Senja Bersama Ayah

Aku duduk termenung di sebuah pondok kecil buatan ayahku. Pondok yang letaknya menghadap matahari terbenam, sambil menatap hamparan sawah yang meng[..]

Ditulis oleh Rindah

Tak Ku Sangka Dia
Tak Ku Sangka Dia

[..]

Ditulis oleh Ayu Kirani Azzahra

Menghargai Arti Pertemuan
Menghargai Arti Pertemuan

Hai, Bumi ... Mungkin kau sudah terlalu lelah dengan semua ini Terlalu lelah untuk menghadapi tingkah egois manusia Makin t[..]

Ditulis oleh Putri Nur Hidayah Komaria

Filosofi Kemerdekaan
Filosofi Kemerdekaan

[..]

Ditulis oleh Ahmad Frizar Baharrizky

Sajak Untuk Bumi
Sajak Untuk Bumi

Bumi sudah merenta Waktu telah mengais puing raganya Raga yang mulai gemetar     Aku menghadap ke[..]

Ditulis oleh arg

Venus: Goddess of Love and Beauty
Venus: Goddess of Love and Beauty

[..]

Ditulis oleh kts

Percakapan di Kedai Kopi
Percakapan di Kedai Kopi

[..]

Ditulis oleh gap

Listen Before I Go
Listen Before I Go

  [..]

Ditulis oleh kts

Mentari Rembulan
Mentari Rembulan

Sabarlah Ibu, [..]

Ditulis oleh Dikanio Hanif Purnomo