Sekawan

Ditulis oleh Alvina Rahma Agung, 20 Januari 2023

SEKAWAN 

Lolongan itu menjerit 

Sedang ia ke dalam 

Sekali lagi 

Sedang ia berdiam 

Lagi 

Ia sendirian 

Lagi serta lagi 

Ia kesepian 

Lagi dan lagi 

Sedang ia tenggelam 

Kemudian apa gerangan 

Sisa yang terkuyub 

Di pelataran sampai persimpangan

Kemudian pada jemari dan bayang

Berjalan menyusuri ruang-ruang

Sedang ia bimbang, sedang aku

Tak kunjung hilang pada sembayang

Komentar (0)
Belum ada komentar
Masukan Komentar Anda :
Senja Bersama Ayah
Senja Bersama Ayah

Aku duduk termenung di sebuah pondok kecil buatan ayahku. Pondok yang letaknya menghadap matahari terbenam, sambil menatap hamparan sawah yang meng[..]

Ditulis oleh Rindah

Tak Ku Sangka Dia
Tak Ku Sangka Dia

[..]

Ditulis oleh Ayu Kirani Azzahra

Menghargai Arti Pertemuan
Menghargai Arti Pertemuan

Hai, Bumi ... Mungkin kau sudah terlalu lelah dengan semua ini Terlalu lelah untuk menghadapi tingkah egois manusia Makin t[..]

Ditulis oleh Putri Nur Hidayah Komaria

Filosofi Kemerdekaan
Filosofi Kemerdekaan

[..]

Ditulis oleh Ahmad Frizar Baharrizky

Percakapan di Kedai Kopi
Percakapan di Kedai Kopi

[..]

Ditulis oleh gap

Venus: Goddess of Love and Beauty
Venus: Goddess of Love and Beauty

[..]

Ditulis oleh kts

Sajak Untuk Bumi
Sajak Untuk Bumi

Bumi sudah merenta Waktu telah mengais puing raganya Raga yang mulai gemetar     Aku menghadap ke[..]

Ditulis oleh arg

Listen Before I Go
Listen Before I Go

  [..]

Ditulis oleh kts

Mentari Rembulan
Mentari Rembulan

Sabarlah Ibu, [..]

Ditulis oleh Dikanio Hanif Purnomo